PIDATO PADA UPACARA PERINGATAN HARI KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA 17 AGUSTUS 2015

SAMSUNG CSC

SAMSUNG CSC

Ass. Wr. Wb.

Salam Sejahtera

Puji syukur kita panjatkan kekehadirat Allah SWT karena atas karunia rahmat, hidayah dan inayah-Nya lah kita dan seluruh bangsa Indonesia dapat memperingati hari kemerdekaan Indonesia yang ke 70 tahun.

Tema nasional pada peringatan HUT Republik Indonesia tahun 2015 adalah “Ayo Kerja”. Ayo Kerja bukanlah slogan tapi pergerakan. Pergerakan seperti halnya yang pernah dibayangkan oleh Bung Karno, Bapak Bangsa dan Proklamator Kemerdekaan, bahwa: ‘..pergerakan kita janganlah pergerakan yang kecil-kecilan; pergerakan kita itu haruslah pada hakekatnya suatu pergerakan yang ingin mengubah sama sekali sifatnya masyarakat, suatu pergerakan yang ingin menjebol kesakitan-kesakitan masyarakat sampai kesulur-sulurnya dan akar-akarnya’‎.

Pergerakan yang dicita-citakan adalah menjebol mentalitas bangsa yang masih berada alam ketidakadilan, ketidakmerdekaan, ketertindasan, serta membangun sebuah mentalitas baru sebagai bangsa yang merdeka seratus persen.

Gerakan “Ayo Kerja”, adalah perwujudan praktis dari revolusi berpikir.

Bukan hanya rakyat, tetapi juga penyelenggara negara mempunyai tanggung jawab untuk bekerja jujur, tanpa pamrih dan melayani rakyat secara paripurna.

Peserta upacara yang saya hormati,

Dalam catatan sejarah bangsa Indonesia, mulai dari pergerakan untuk mewujudkan kemerdekaan menjelang tahun 1945 sampai pergerakan untuk melakukan reformasi tahun 1998, peran pemuda, mahasiswa dan perguruan tinggi selalu sentral. Pemuda, mahasiswa, dan perguruan tinggi selalu menjadi garda terdepan dalam setiap perubahan penting di Indonesia. Sekarang ini tiba saatnya perguruan tinggi melakukan gerakan untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi, riset dan inovasi untuk meningkatkan daya saing bangsa.

Telah banyak usaha yang telah dilakukan pemerintah dan perguruan tinggi untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Penyusunan Undang-Undang Pendidikan Tinggi tahun 2012 dan Peraturan Pemerintah turunannya, penyusunan dan penetapan Standar Nasional Pendidikan Tinggi, pemberian BOPTN yang setiap tahun semakin meningkat, dan pembentukan Peruguruan Tinggi Badan Hukum adalah diantara usaha-usaha yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Disisi lain perguruan tinggi juga sudah banyak melakukan usaha-usaha peningkatan mutu pendidikan tinggi diantaranya melalui pembangunan laboratorium, peningkatan kualifikasi dosen dan tenaga kependidikan, implementasi sistem penjaminan mutu internal, penerapan remunerasi berbasis kinerja, peningkatan penelitian, publikasi internasional, dan HAKI. Meskipun demikian secara nasional masih banyak yang harus diperjuangkan untuk mencapai sasaran mutu pendidikan tinggi. Jumlah perguruan tingi yang masuk 500 perguruan tinggi terbaik dunia, peningkatan jumlah publikasi yang masuk indeks bereputasi, jumlah perguruan tinggi yang terakreditasi unggul, jumlah program studi yang terakreditasi unggul, dan jumlah program studi yang terakreditasi internasional adalah diantara sasaran mutu pendidikan tinggi yang masih jauh dari harapan.

Peserta upacara yang saya hormati,

Harapan masyarakat terhadap pendidikan semakin meningkat. Sekarang ini, masyarakat beranggapan tidaklah cukup bagi perguruan tinggi untuk bisa melaksanakan pendidikan tinggi yang bermutu. Masyarakat berharap perguruan tinggi mampu mendukung daya saing bangsa melalui penelitian yang inovatif yang dapat memberikan dampak ekonomi langsung pada masyarakat. Karena keterbatasan anggaran, selama ini penelitian perguruan tinggi berhenti sampai pada pembuatan prototype skala laboratorium, publikasi internasional dan perolehan HAKI. Dengan meningkatnya anggaran penelitian lewat BOPTN,dimana pada tahun 2015 anggaran BOPTN mencapai 4,55 Trilyun Rupiah, maka penelitian di perguruan tinggi bisa dilanjutkan sampai pada komersialisasi/hilirisasi hasil penelitian. Dengan bergabungnya sektor Ristek dengan Pendidikan Tinggi dalam Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, maka sinergi program, sumberdaya, pengalaman, jaringan, Ristek – Dikti bisa dilakukan dan hilirisasi hasil penelitian di perguruan tinggi menjadi semakin mungkin dilakukan.

Peserta upacara yang saya hormati,

Ada dua cara pendidikan tinggi bisa memberikan dukungan terhadap daya saing bangsa. Pertama adalah dengan menghasilkan tenaga trampil yang dibutuhkan oleh lapangan kerja dan kedua adalah menghasilkan inovasi yang bisa memberikan manfaat ekonomis secara langsung bagi masyarakat. Untuk bisa menghasilkan tenaga terampil dan inovasi, beberapa hal harus dilakukan oleh perguruan tinggi, yaitu:

Pengembangan dan implementasi secara progresif Sistem Penjaminan Mutu internal sesuai dengan SNPT sehingga pada tahun 2019 bisa dicapai 15.000 program studi terakreditasi unggul dan 194 perguruan tinggi terakreditasi unggul.

Peningkatan kemampuan sumberdaya manusia, program, dan insentif untuk melakukan penelitian inovatif sehinggga pada tahun 2019 bisa dihasilkan penelitian inovatif dengan technology readiness level 6 sebanyak lebih dari 1.000 prototype (nominal) dan technology readiness level 7 sebanyak 15 (nominal)

Peningkatan kemampuan dan pemberian insentif secara progresif pada publikasi internasional sehingga pada akhir tahun 2019 bisa dihasilkan 12.000 publikasi internasional.

Melanjutkan hasil penelitian yang telah dihasilkan selama ini dengan proses hilirisasi sehingga pada tahun 2019 akan dihasilkan 30 (nominal) produk yang bisa diproduksi masal.

Memperkuat jaringan dengan industri untuk melakukan kolaborasi guna menghasilkan inovasi yang dapat memberikan manfaat ekonomi secara langsung pada masyakat.

Disisi lain Pemerintah melalui Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi akan secara progresif memberikan dukungan dalam bentuk kebijakan, program, dan anggaran agar perguruan tinggi bisa melaksanaan gerakan peningkatan mutu pendidikan tinggi, riset dan inovasi untuk mendukung daya saing bangsa. Dalam 70 tahun kemerdekaan, bangsa Indonesia telah meniti tangga pencapaian yang luar biasa. Hal tersebut terbukti dari awal kemerdekaan sebagian besar penduduk bangsa kita buta huruf, rakyat Indonesia kini mempunyai sistem pendidikan yang kuat dan luas, yang mencakup lebih dari 200 ribu sekolah, 3 juta guru dan 50 juta siswa. Dari bangsa yang tadinya terbelakang di Asia, Indonesia telah naik menjadi middle-income country, menempati posisi ekonomi ke-16 terbesar dunia, dan bahkan menurut Bank Dunia telah masuk dalam 10 besar ekonomi dunia jika dihitung dari purchasing power parity. Dari bangsa yang seluruh penduduknya miskin di tahun 1945, Indonesia di abad ke-21 mempunyai kelas menengah terbesar di Asia Tenggara, dan salah satu negara dengan pertumbuhan kelas menengah yang tercepat di Asia.

Peserta Upacara yang saya hormati..

Warga Negara Indonesia harus bangga dan jangan pernah berpuas diri. Bangsa kita melalui perjalanan panjang yang penuh dengan perjuangan, namun kerja keras kita semualah yang nyatanya dapat mengangkat harkat dan martabat negara.

Segera, kita akan menjadi salah satu kekuatan besar dunia dan akan semakin diperhitungkan posisinya karena negara kita memiliki tidak hanya potensi hayati namun juga tenaga produktif yang luar biasa.

Oleh karenanya, maksimalkan peran kita masing-masing khususnya di institusi pendidikan kita tercinta Universitas Narotama. Ilmu adalah kunci peradaban,  rekam jejak eksistensi manusia dan penerang dalam ketiadaan.

Marilah bersama kita wujudkan cita-cita Indonesia yang maju dan sejahtera dengan membudayakan diri pribadi untuk selalu berorientasi pada kemajuan dan senantiasa memotivasi orang lain untuk turut serta menjadi bagian dalam masa depan yang lebih baik.

ASEAN Community 2015 sudah di depan mata, persaingan global menjadi fakta yang tidak dapat ditawar lagi. Persiapkan diri kita masing-masing dengan segenap kemampuan seperti bahasa, sertifikasi kompetensi dan lain-lain agar kelak kita masih akan menjadi raja di negeri sendiri. Indonesia adalah yang terdepan di ASEAN, kedepan harus menjadi yang terdepan di dunia dengan ilmu dan akhlaknya. Amien ya Rabbal Alamin.

Demikian kiranya yang dapat saya sampaikan, sebagai penutup Selamat Hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 70.

Merdeka! Merdeka!

Wss.Wr.Wb.

Tags: , , , ,