Rektor Beri Penyuluhan Hukum Perangi KDRT di Pasuruan

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih saja terjadi meskipun sudah ada UU Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam RumahTangga (UU PKDRT). KDRT bisa terjadi pada suami, istri, dan anak-anak, namun sebagian besar korban adalah istri atau perempuan.

KDRT terhadap perempuan harus diperangi. Hal itu ditegaskan Rektor Universitas Narotama, Hj. Rr. Iswachyu Dhaniarti DS, ST saat menjadi pembicara dalam acara penyuluhan hukum dengan tema “Pemberdayaan Perempuan dalam Perspektif Hukum” yang diselenggarakan oleh Program Pascasarjana Fakultas Hukum UNAIR di Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan.

Menurut Iswachyu, penyebab KDRT adalah budaya patriarkhi yang berkembang di masyarakat yang mempengaruhi pemahaman masyarakat baik perempuan maupun laki-laki dalam menyikapi dan memandang relasi keluarga, pemahaman keliru terhadap ajaran agama, faktor ekonomi dan kurangnya kesadaran hukum, lemahnya posisi perempuan serta taraf pendidikannya yang masih rendah.

Iswahyu mengajak perempuan bangkit memerangi KDRT. Woman in power bisa menghindarkan perempuan dari tindak kekerasan, KDRT terjadi karena wanita tidak bersikap mandiri dan terlalu bergantung kepada pasangan. Pendidikan menjadi kunci kemandirian perempuan, semakin terdidik seorang perempuan maka semakin mudah dia mencapai kemandirian. Dengan pendidikan, perempuan akan memiliki visi dan cara pandang hidup yang baik sebagai bekal untuk mengantisipasi KDRT.

“Jangan ragu melapor pada pihak berwajib jika terjadi KDRT, ringan maupun berat KDRT tetaplah berbahaya,” pesan Iswachyu.

Tags: , , ,