SAMBUTAN pada ACARA MENGENANG PERJUANGAN SOEKARNO

Assalamu ‘alaikum Wr Wbr

Bapak / Ibu dan saudara saudara sekalian,

Pada hari ini tanggal 6 JUNI, tahun 2013 , 102 ( seratus dua ) tahun yang lalu,  merupakan kelahiran seorang putera bangsa yang kemudian menjadi Presiden RI pertama,  Ir Sukarno, atau lebih akrap di sapa dengan sebutan  Bung Karno.

Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa Bung Karno  merupakan putera dari pasangan Ida Ayu Rai Srimben dari  Singaraja Bali dan Raden Soekemi Sosrodihardjo yang berasal dari Probolinggo Jawa Timur.

Adapun tempat kelahiran beliau tidak lain adalah di kota kita tercinta ini Kota Surabaya, Kota Pahlawan yang kita banggakan,  dan tepatnya  beliu lahir di sini , di Pandean.

Untuk memastikan tempat kelahiran beliau ini , memang tidaklah mudah, bahkan dalam sebuah buku yang resmi pernah diakui  pemerintah menyebutkan bahwa beliau kelahiran Blitar, namun setelah melalui penelusuran yang intensif, akurat  bersunggguh sungguh dan jujur,  maka kemudian dapat dibuktikan bahwa Bung Karno ternyata adal;ah arek Soroboyo, dan di sinilah kita bersama sama memperingati hari kelahiran beliau tepat pada tanggal dan di rumah  tempat kelahiran beliau.

Berbicara tentang Bung Karno, tidak pelak lagi kita semua mengenang beliau, dengan didampingi Bung Hatta adalah  sebagai Proklamator kemerdekaan Negara kesatuan Repiublik Indonesia tercinta ini, dan lebih dari itu , beliau juga lah yang meletakkan gagasan fundamental ideology dan filosofi bangsa ini ialah Pancasila.

Dengan memahami  falsafah Pancasila tersebut, kita semua akhirnya mempunyai pemahaman yang sama bahwa kemajemukan bangsa ini, baik adat istiadat, kepercayaan, bahasa, letak geografis bahkan sejarah dari berbagai suku bangsa, dapat dipersatukan karena kita telah memiliki fondasi filosofi yang kuat, dan yang merupakan  salah satu pengejawantahan dari Pancasila tersebut ialah bhineka tunggal ika.

Bapak / Ibu dan saudara saudara sekalian,

Selain itu masih banyak ajaran beliau yang erat kaitannya dengan keinginan Bung Karno menjadikan Negara Indonesia ini, Negara yang besar makmur dan berkepribadian. Tanpa memiliki suatu kepribadian;  suatu bangsa mungkin saja akan tetap utuh bersatu dengan negaranya, tetapi akan kehilangan arah untuk menentukan nasibnya, karena akan terobang ambing oleh arus globalisasi yang kian mendominasi sendi sendi kehidupan suatu bangsa.

Salah satu ajaran beliau yang masih relevan saat ini, namun mungkin banyak yang sudah melupakan adalah “Trisakti” , yang tidak saja diinginkan   akan tetapi kita harus diperjuangkan  bersama sama dengan sekuat tenaga agar bangsa Indonesia  mampu Berdaulat secara Politik, Berdikari secara Ekonomi dan Berkepribadian secara sosial dan budaya

Bapak / Ibu dan saudara saudara sekalian,

Masih banyak sekali gagasan gagasan positif beliau yang bertujuan menjadikan kejayaan Indonesia , namun hal yang penting dalam memperingati hari lahir beliau ini, marilah kita bersama sama tetap saling menjaga, saling mengingatkan arah tujuan kemerdekaan bangsa ini dengan menekankan dan memahami titik titik persamaan bukannya membesarkan adanya perbedaan, dan  jangan sampai kita kehilangan pegangan, kehilangan motifasi , dan bahkan kehilangan harapan,  karena  tanpa harapan, tidak akan pernah ada masyarakat  yang dapat menjadi besar, tidak akan pernah ada bangsa yang menjadi besar.

Dari semua harapan  yang disertai keyakinan tersebut,  perlu pula digalang
nilai-nilai dan praktek sosial yang  meliputi keyakinan dan kepercayaan akan adanya kekuatan supra natural di atas diri individu dan kelompok sebagaimana tergambar dalam berbagai sistem ritual suku-suku di Indonesia, juga  ajaran ajaran berbagai agama.

Nilai dan praktek sosial ini oleh Bung Karno dirumuskan menjadi prinsip pertama dari sila pertama  Pancasila ialah Ketuhanan Yang Maha Esa.

Bapak / Ibu dan saudara saudara sekalian,

Dari semua yang saya kemukakan dimuka marilah kita merenung sejenak, meresapi apa apa yang pernah menjadi gagasan Bung Karno yang positif dan masih relevan untuk kejayaan Indonesia, dan mengenang beliau dalam nuansa yang positif pula bahwa Bung Karno sebagai anak bangsa dan pemimpin bangsa, bapak bangsa yang menginginkan dan telah mencoba mengusahakan dan berjuang dengan segala kemampuannya untuk kejayaan Indonesia.

Ketika perjuangan itu kita ibaratkan sebagai obor  yang berkobar dan bersinar terang , marilah kita semua menjadi pewaris apinya dan bukan abunya.

MERDEKA !!!

Sekian dan terima kasih

Wassalamu’alikum  Wr Wb.

Tags: , , , ,